Rabu, 22 Maret 2017

0 Peracau

"ingin menua bersamamu"

Aku ingin menua bersamamu
Melewati masa-masa uzur kita
Menggenggam tangan keriputmu, sambil menikmati senja di pesisir pantai
Mendengar debur ombak dan suara burung-burung berkicau.
Susah dan senang, kita menghadapinya bersama.

Aku ingin menua bersamamu
Bercumbu bersama secangkir kopi
Kita menyeruputnya bersama.

Yah, aku ingin membersamaimu
Hingga waktu berhenti berdetak dan jarum jam tak lagi bergerak.

Aku hanya ingin menua bersamamu
Seperti ampas kopi yang larut didasar cangkir
dan meninggalkan jejak-jejak rindu disana.

Aku hanya ingin menua bersamamu
mengecup kening keriputmu
Sambil menghirup wangi kopi dari bibirmu.

Aku hanya ingin menua bersamamu
Melebur bersama kopi yang kita nikmati bersama ketika siluet jingga melintasi horison langit sesaat sebelum bait-bait Adzan magrib terdengar dari ujung menara masjid.

Aku ingin menua bersamamu,
Memungut rindu dari detik-detik yang berguguran.

(Rvhy)


Diberdayakan oleh Blogger.